Agroforestri
Agroforestri

5 Pengertian Dan Definsi Agroforestri Menurut Ahli Biologi

Posted on

PENGERTIAN DAN DEFINISI AGROFORESTRI

Sistem Agroforestri atau Wanatani

Pengertian Dan Definsi Agroforestri Menurut Ahli Biologi – Agroforestri ialah kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris “Agroforestry” ialah “Agro” yang berarti “pertanian” dan “Forestry” yang berarti “Kehutanan”. Agroforestri juga dikenal dengan istilah “Wanatani” wanatani ialah gabungan dari kata “Wana” berarti “Hutan” serta “Tani” ialah “Pertanian”.

 Agroforestri ialah budidaya tanaman kehutanan (pohon-pohon) bersama dengan juga tanaman pertanian (tanaman semusim). Pengertian agroforestri  di atas ini ialah pengertian yang sederhana , agroforestri dapat diartikan secara lebih luas lagi dengan pengabungan sistem budidaya kehutanan, pertanian, peternakan dan  juga perikanan.

Agroforestri
Agroforestri

Agroforestri ialah suatu sistem pengelolaan lahan yang bertujuan untuk mengatasi suatu masalah ketersediaan pada lahan serta peningkatan produktivitas lahan. Masalah yang sering timbul ialah masalah alih fungsi lahan yang menyebabkan lahan hutan semakin berkurang. Agroforestri tersebut diterapkan untuk dapat mengatasi masalah tersebut dan juga masalah ketersediaan pangan.

Konsep agroforestri

Konsep agroforestri ialah  rintisan dari tim Canadian International Development Centre, yang bertugas untuk dapat mengindentifikasi prioritas-prioritas pembangunan pada bidang kehutanan di negara-negara berkembang dalam tahun 1970-an. Oleh tim ini dilaporkan bahwa hutan-hutan di negara tersebut belum cukup dimanfaatkan. Pemanfaatan di bidang kehutanan sebagian besar hanya ditujukan kepada dua aspek produksi kayu, ialah :

  • eksploitasi secara selektif di hutan alam
  • tanaman hutan secara terbatas.

Agroforestri diharapkan dapat bermanfaat selain untuk dapat mencegah  perluasan tanah yang terdegradasi, melestarikan sumber daya hutan, meningkatkan mutu pada pertanian dan juga menyempurnakan intensifikasi serta diversifikasi silvikultur. Tetapi sistem Agroforestri telah dipraktekan oleh petani di berbagai tempat di Seluruh Indonesia selama berabad-abad dengan nama serta istilah yang berbeda-beda.

Definisi Agroforestri Menurut Para Ahli

(K.F.S. King dan M.T. Chandler) mendefinisikan Agroforestri ialah sebagai Suatu sistem pengolahan lahan yang berazaskan pada kelestarian untuk dapat meningkatkan produktivitas lahan secara keseluruhan, ialah dengan cara mengkombinasikan produksi tanaman pertanian (termasuk tanaman pohon-pohonan) dan juga tanaman hutan, serta hewan secara bersama-sama , pada unit lahan yang sama, serta menerapkan cara-cara pengelolaan yang sesuai dengan budaya setempat.

(P.K.R. Nair) Mendefinisikan Agroforestri ialah sebagai  sistem penggunaan lahan terpadu, yang memiliki aspek sosial serta ekologi, yang dilaksanakan melalui pengkombinasian pepohonan dengan tanaman pertanian dan ternak (hewan), baik itu  secara bersama-sama ataupun bergiliran, sehingga dari satu unit lahan bisa tercapai hasil total nabati ataupun hewan yang optimal dalam arti yang berkesinambungan

loading...

Lundgreen dan Raintree juga menjelaskan bahwa Agroforestri ialah istilah pada sistem-sistem pemanfaatan lahan dan juga teknologi, dengan tanaman-tanaman keras (pohon-pohonan, perdu, jenis-jenis palma, bambu, dan lain-lain) yang ditanam secara bersama-sama dengan tanaman pertanian semusim, serta pemeliharaan hewan, untuk tujuan tertentu.

Sesuai dengan definisi agroforestri diatas maka sistem ini cukup bervariasi dan juga cukup luas sehingga dapat diklasifikasi berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut :

  1. Secara Struktual, ialah yang menyangkut komposisi komponen, seperti sistem-sistem agrisilvikultur, silvopastur serta agrisilvopastur.
  2. Secara Fungsional, ialah yang menyangkut fungsi atau peranan utama dalam  suatu sistem, terutama  pada komponen kayu-kayuan.
  3. Secara Sosial Ekonomis, ialah yang menyangkut pada tingkat masukan dalam suatu pengelolaan (masukan rendah, masukan tinggi, intensitas dan juga skala pengelolaan, tujuan usaha, subsisten, komersial, intermedier).
  4. Secara Ekologis, ialah yang menyangkut pada suatu kondisi lingkungan dan juga kesesuaian ekologis dari sistem Agrisilvikultur, Silvopastur, Agrosilvopastur, Silvofishery, pohon serbaguna, dan lain-lain.

Pada dasarnya agroforestri mempunyai komponen-komponen pokok yaitu sebagai berikut :

  1. kehutanan,
  2. pertanian,
  3. peternakan 
  4. perikanan. 

Penggabungan pada komponen-komponen yang termasuk dalam agroforestri dikenal dengan nama ialah sebagai berikut :

 

  • Silvopastura ialah  Kombinasi diantara komponen ataupun kegiatan kehutanan dengan peternakan.

 

  • Agrosilvopastur ialah Kombinasi diantarakomponen ataupun kegiatan pertanian dengan kehutanan dan juga peternakan(hewan)

 

  • Agrisilvikultur ialah Kombinasi diantara komponen ataupun kegiatan kehutanan (pohon, perdu, palem, bambu, dan lain-lain.) dengan komponen pertanian.
  • Silvofeshry ialah  Kombinasi antara komponen kehutanan dan juga komponen perikanan. Sistem ini ialah pemanfaatan hutan mangrove yang dikombinasikan dengan tambak ikan.

Tujuan akhir pada program agroforestri ini  ialah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat petani, terutama yang berada di sekitar hutan, ialah dengan memprioritaskan partisipasi aktif masyarakat dalam memperbaiki keadaan lingkungan yang rusak serta berlanjut dengan memeliharanya. Program-program agroforestri diarahkan pada peningkatan dan juga pelestarian produktivitas sumber daya(Resource), yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Demikian Penjelasan tentang 5 Pengertian Dan Definsi Agroforestri Menurut Ahli Biologi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂