Teori Terbentuknya bumi
Teori Terbentuknya bumi

41 Teori Terbentuknya Planet Bumi Menurut Para Ahli

Posted on

Teori Penciptaan Planet Bumi

41 Teori Terbentuknya Planet Bumi Menurut Para Ahli – Bumi adalah  suatu planet tempat tinggal dari seluruh makhluk hidup dengan beserta isinya. Bumi ialah sebagai salah satu planet yang termasuk didalam sistem tata surya pada alam semesta ini tidak diam seperti yang kita perkirakan , namun melainkan bumi itu melakukan perputaran dengan porosnya (rotasi) serta bergerak mengelilingi matahari (revolusi) ialah sebagai pusat sistem tata surya.

Teori Terbentuknya bumi
Teori Terbentuknya bumi

Hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya siang dan malam serta juga pasang surutnya air laut. Oleh sebab itu, proses terbentuknya bumi ini tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya.

Penjelasan mengenai Bagaimana Bumi ini dapat terbentuk secara pasti masih menjadi suatu perdebatan dimana banyak pendapat yang dikemukakan oleh para ahli yang dengan alasan yang berbeda-beda juga .

Berikut ini adalah beberapa teori tentang pembentukan bumi yang secara umum dikenal ,

1. Teori Kant – Laplace

Teori kabut (nebula) yang dinyatakan oleh Immanuel Kant (1755) serta Piere de Laplace (1796). Mereka berdua itu terkenal dengan “Teori Kabut Kant-Laplace”. Dalam teori tersebut dinyatakan bahwa pada jagat raya terdapat suatu gas yang setelah ini berkumpul dan menjadi kabut (nebula).

Gaya tarik-menarik diantara gas tersebut membentuk kumpulan kabut yang sangat besar serta juga berputar dengan semakin cepat. Pada proses perputaran yang sangat cepat inilah, materi kabut pada bagian khatulistiwa terlempar memisah serta juga memadat (disebabkan pendinginan).Bagian-bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi macam-macam planet dalam tata surya.

loading...

2 .Teori Planetesimal

Teori Planetisimal Hypothesis ini, menyatakan matahari terdiri atas suatu massa gas bermassa sangat besar sekali, yang di suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang juga melintas dengan kecepatan yang sangat tinggi di dekat matahari.

Di saat waktu bintang melintas di dekat matahari yang jarak antara bintang dan matahrari itu relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari tersebut ada yang tertarik ke luar akibat adanya suatu gravitasi dari bintang yang melintas itu.

Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar itu ada yang pada lintasan bintang serta juga sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari disebabkan karena adanya gravitasi matahari. Setelah bintang melintas hilang, massa gas yang berputar mengelilingi matahari tersebut kemudian menjadi dingin serta terbentuklah cincin yang lama kelamaan menjadi padat serta juga di sebut dengan planetisimal.

Beberapa dari planetisimal yang terbentuk tersebut akan saling tarik – menarik dan bergabung menjadi satu serta juga pada akhirnya membentuk planet, termasuk juga bumi.

3. Teori Pasang Surut Gas (Tidal)

Teori ini dinyatakan oleh James Jeans serta juga Harold Jeffreys ditahun 1918, penjelasanya ialah bahwa sebuah bintang yang besar mendekati matahari dalam jarak yang relatif delat, sehingga menyebabkan terjadinya suatu pasang surut ditubuh matahari, pada saat matahari itu masih berada didalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal pada Bumi, ukuranya sangat kecil.

Penyebabnya ialah kecilnya massa bulan serta juga jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Namun tetapi , apabila sebuah bintang yang bermassa tersebut hampir sama besar dengan matahari mendekat itu, maka akan terbentuk suatu macam gunung-gunung gelombang raksasa ditubuh matahari, yang dikarenakan karena adanya gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung itu akan mencapai tinggi yang luar biasa serta juga membentuk semacam lidah pijar yang sangat besar sekali, menjulur dari massa matahari serta juga merentang ke arah bintang besar tersebut.

Pada lidah yang panas tersebut terjadi suatu perapatan gas-gas serta juga akhirnya kolom-kolom tersebut akan pecah, lalu kemudian berpisah dan  menjadi benda-benda tersendiri, yakni planet-planet. Bintang besar yang tersebut menyebabkan penarikan dibagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan ke jagat raya, sehingga lama kelamaan  akan hilang pengaruhnya itu terhadap-planet yang berbentuk tadi.

Planet-planet tersebut akan berputar mengelilingi matahari serta juga akanmengalami proses pendinginan. Proses pendinginan tersebut berjalan dengan lambat diplanet-planet besar, seperti Yupiter serta juga Saturnus, sedangkan diplanet-planet kecil seperti Bumi, pendinginan tersebut berjalan relatif lebih cepat.

4. Hipotesis Peledakan Bintang

Teori tersebut dinyatakan oleh astronomi dari Inggris, Fred Hoyle ditahun 1956. Kemungkinan matahari tersebut mempunyai kawan sebuah bintang (matahari juga bintang) serta juga pada mulanya berevolusi satu sama dengan yang lain. terdapat juga diantaranya yang memadat serta juga mungkin terjerat ke dalam orbit disekeliling matahari.

Banyak bintang yang meledak itu kemudian akan bebas di ruang angkasa. Teori tersebut didukung banyak ahli astronomi, disebabkan karena  banyak bintang ganda atau juga bintang kembar setelah diketahui memang ternyata ada.

5. Hipotesis Kuiper

Teori ini dinyatakan oleh Astronom bernama Gerard P. Kuiper (1905-1973) ialah bahwa semesta terdiri atas formasi daro bintang-bintang. Menurut Gerard  ini , dua pusat yang memadat terus berkembang didalam suatu awan antarbintang dari gas hydrogen. Pusat yang 1(satu) lebih besar daripada pusat yang lainnya serta juga kemudian memadat dan menjadi bintang tunggal, yakni matahari.

Demikian Penjelasan tentang 41 Teori Terbentuknya Planet Bumi Menurut Para Ahli  Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂