pengertan sistem parlementer
pengertan sistem parlementer

20 Pengertian Sistem Parlementer Serta Kelebihan Dan Kekurangannya Lengkap

Posted on

Pengertian Sistem Parlemen

Parlemen merupakan lembaga legislatif, khususnya di negara-negara sistem pemerintahan berdasarkan sistem Westminster Inggris. Yang merupakan sebuah parlemen.

20 Pengertian sistem parlementer serta kelebihan dan kekurangannya lengkap Badan legislatif disebut parlemen yang diselenggarakan oleh pemerintah dengan sistem parlementer di mana eksekutif secara konstitusional bertanggung jawab terhadap parlemen. Hal tersebut bisa kita bandingkan dengan sistem presidensial di mana legislatif tidak dapat memilih atau memberhentikan kepala pemerintahan dan sebaliknya parlemen tidak bisa dibubdarkan oleh eksekutif. Di beberapa negara ada yang mengembangkan sebuah sistem semi-presidensial yang menggabungkan presiden yang kuat dan seorang eksekutif bertanggung jawab kepada parlemen.

Parlemen dapat terdiri dari beberapa kamar atau majelis, dan biasanya dalam bentuk unikameral atau bikameral meskipun ada beberapa model yang lebih rumit.

Sebuah Perdana Menteri (PM) hampir selalu pemimpin partai yang memiliki mayoritas di majelis rendah parlemen, tetapi hanya ke kantor parlemen masih percaya. Jika para anggota majelis rendah kehilangan kepercayaan untuk alasan apapun, maka itu dapat mengajukan ketidak percayaan dan memaksa Perdana Menteri untuk mengundurkan diri. Hal tersebut sangat berbahaya bagi stabilitas pemerintah jika jumlah orang posisi yang relatif seimbang.

Sistem Parlementer

Sistem parlementer merupakan sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki posisi yang sangat penting dalam sebuah pemerintahan. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang untuk menunjuk perdana menteri dan parlemen bisa menjatuhkan pemerintah, dengan mengeluarkan semacam mosi tidak percaya.

Memiliki berbedaan dibandingkan sistem presidensial, sebuah sistem parlemen bisa mempunyai seorang presiden dan perdana menteri, yang bertanggung jawab untuk menjalankan sebuah pemerintahan. Presiden dalam Persidensial memiliki wewenang dalam mejalankan pemerintahan, tetapi dalam sistem parlementer, presiden hanya sebgai simbol kepala negara.

Sistem parlementer dibedakan oleh cabang eksekutif pemerintah tergantung pada dukungan secara langsung atau tidak langsung cabang legislatif, atau parlemen, sering diekspresikan melalui keyakinan veto. Oleh karena itu, tidak ada pemisahan yang jelas kekuasaan antara eksekutif dan legislatif, menuju kritikan dari beberapa yang merasa kurangnya checks and balances ditemukan di sebuah republik presiden.

Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer:

  • Pembuat kebijakan dapat ditangani dengan mudah terjadi dengan cepat karena penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif.  Sebab kekuasaan eksekutif dan legislatif memiliki perberadaan dengan sebuah pesta atau koalisi.
  • Garis tanggung jawab dalam pelaksanaan dan pembuatan kebijakan publik jelas.
  • Pengawasan yang kuat dari parlemen untuk kabinet sehingga kabinet berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.
  • Cepat pengambilan keputusan membutuhkan waktu.

Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer:

  • Posisi cabang eksekutif atau kabinet tergantung pada dukungan mayoritas parlemen setiap saat sehingga kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen.
  • Kelangsungan kabinet tubuh atau posisi eksekutif tidak dapat ditentukan sesuai dengan masa jabatan berakhir karena setiap kali kabinet dibubarkan.
  • Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Itu dapat terjadi saat anggota kabinet merupakan anggota parlemen dan berasal dari partai mayoritas. Sebab pengaruh mereka sangat besar di parlemen dan partai, anggota kabinet dapat mengontrol sebuah parlemen.
  • Parlemen menjadi tempat regenerasi sebagai sebuah posisi yang eksekutif. Pengalaman mereka menjadi menjadi bekal yang penting kerena untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya.
pengertan sistem parlementer
pengertan sistem parlementer

Unikameral

Sistem unikameral (badan legislatif hanya satu majelis yang langsung mewakili rakyat) mulai populer sejak akhir abad XVIII dan awal abad XIX.

Keuntungan sistem satu kamar :

  • Lebih sederhana, sehingga biaya yang harus dikeluarkan oleh negara yang lebih murah;
  • Efisiensi kerja lapangan lebih besar hukum;
  • Tidak ada kewajiban yang secara tegas dia;
  • Lebih menggambarkan kekuatan langsung dari pemilih (konstituen).

Kerugian sistem satu kamar:

  • Dalam sebuah pembicaraan persoalan negara/bangsa tidak atau kurang teliti dibandingkan dengan sistem dua kamar;
  • Kepentingan sebuah daerah tidak memiliki wakili secara langsung

Bikameral

Dua kamar pengembangan sistem aristokrasi dari sistem demokrasi. Pada awalnya ruang di atas dimaksudkan sebagai pertahanan terakhir dari kekuasaan raja dan para bangsawan karena langsung atau tidak langsung, berkaitan erat dengan raja. Sekarang ruang atas umumnya tidak lagi menjadi wakil dari bangsawan (kelas atas), tetapi perwakilan dari negara-negara karena pada umumnya, sistem ini menggunakan dua kamar adalah negara-negara serikat.

Keuntungan sistem dua kamar:

  • Bisa menjadi pertimbangan persoalan secara lebih teliti;
  • Karena sistem dua kamar ini dipilih berdasarkan perbedaan, jadi lebih mencerminkan sikap umum dari keinginan rakyat;
  • Menjamin kepentingan tertentu bagi negara ataupun daerah bagian.

Kerugian sistem dua kamar:

  • Biaya yang negar keluarkan menjadi lebih besar;
  • Perselisihan diantara dua majelis sering terjadi yang mengakibatkan jalan buntu (dead-locked).

Contoh negara yang menggunakan sistem dua kamar:

  • Inggris : House of Lords dan House of Commons
  • Amerika Serikat : Senate dan House of Representatives
  • Belanda : Eerste Kamer dan Tweede Kamer
  • Indonesia : Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah

 

Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Sistem Parlementer Serta Kelebihan Dan Kekurangannya Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Bembaca Setia GuruPendidikan.Com 😀